Cuma Pikiran Aja..
     
Ruang Tamu

Perjalanan

Cuma Pikiran Aja...

Link Yang Bagus

Dunia Akademos

Yang Baru Datang....Isi

 
Dari IMW
--------------------------------------------------------------------------------
IMW on Thu Dec 16 20:18 1999 said:

Apakah 2 + 2 = 4, semudah itukah ilmu komputer ?


Banyak orang menyangka bahwa bidang komputer itu adalah suatu bidang yang
'kacangan' atau mudah, karena semuanya serba 'pasti'. Dengan kalimat
sederhana diungkapkan :

"Lha ngomongin iptek atau komputer 'kan adalah sesuatu yang pasti
tanpa ramalan. Tinggal kalo ada yang bingung suruh saja cari buku ini baca
majalah itu. Selesai. Sama halnya dua tambah dua adalah empat."

Ungkapan seperti itu tidaklah aneh, karena sebagian besar orang awam
memandang pekerjaan di dunia komputer hanyalah 'coding'. Pekerjaan lainnya
tidak tampak dan belum dipahami oleh masyarakat awam. Saya akan mulai
membahas beberapa hal.

2+2 = 4

Kita tahu dalam matematika-pun (ilmu yang dimanfaatkan sebagai dasar dari
pengembangan software), kita TIDAK BERANI mengatakan 2+2 SELALU sama
dengan empat. Pertanyaan akan beranjak ke 'dalam ruang matematika mana',
atau 'dasar bilangan mana'

Sebagai contoh kalau kita pakai dasar bilangan BINER

1 + 1 <> 2 tapi 1 + 1 = 10

Nah ini adalah suatu contoh paling simple bahwa di dunia komputer itu
tidak semudah 2 tambah 2 selalu sama dengan empat. Di samping itu bisa
beranjak lagi ke pembahasan bagaimana OPERASI tambah (+) itu dilakukan,
apakah mengakibatkan variabel awal berubah, atau tidak. (biasanya kalau
yang sering bermain dengan assembler, maka di tiap bahasa pemrograman atau
environment pemrograman yang digunakan dia harus memperhatikan OPERASI
yang dilakukan (bahasa pemrograman+environment = ruang matematika, atau
himpunan bahasan yang digunakan).

Hal lain, misal yang terkait bagaimana menerapkan operasi plus (dalam
microcode), apakah variabel 1 digeser dulu ke memori lain, atau langsung
ditambah dan sebagainya). Hal ini tidak ada yang pasti.. banyak
kemungkinan yang ada. Jadi walau sepertinya simple 2 + 2 = 4, akan bisa
menjadikan bahasan yang tidak simple. (misal bug Pentium dulu terjadi
karena HANYA kesalahan OPERATOR MULTIPLIKASI, bahasannya sudah bisa
menjadi thesis tersendiri)

ILMU KOMPUTER SERBA PASTI

Sekarang saya membahas apakah ilmu komputer (atau bidang komputer itu
tidak memiliki sisi-sisi (soft), alias semuanya serba pasti.

Saya memberikan ilustrasi yang bersumber dari cerita pribadi saya
(berkaitan dengan riset saya), Riset saya berkaitan dengan pengukuran
kualitas suatu web server... (simpel khan....8-)).

Mulai pertanyaan dimulai dari kualitas, apa kualitas itu..? berbagai model
kualitas (baik dari sisi teknis, pengguna (human) dan sebagainya). Hal
ini bisa dibaca, ternyata kualitas itu merupakan hal yang tak pasti :

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/folie/folie01.html

Kemudian tahapan berikutnya saya harus mendefinisikan, apakah mengukur
itu...?? nah ternyata tidak ada resep yang 1+1 = 2, beberapa kontradiksi
mulai muncul (bahkan setelah baca buku yang sangat bagus seperti- jangan
terkecoh dengan judulnya..he.he. yang pertama condong ke matematika, yang
kedua condong ke filosofi, yang ketiga condong ke matematika dan software)

Michell, John, (1990). An introduction to the logic of psychological
measurement. Larwrence Erlabaum Assosicate.

Kyburg, Herny (1984). Theory and measurement. Cambridge University Press.

Shepperd, Martin, Darrel Ince (1993). Derivation and validation of
software metrics. Clarendon Press.

Hasil 'ketidak pastian' itu bisa sebagian baca dibaca di tulisan saya yang
berusaha 'memastikannya' (walau tidak sukses juga)

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/folie/folie02.html

Pertanyaan berikutnya adalah model TRAFFIC dari Internet.

Traffic Internet pun merupakan suatu kajian yang tidak bisa dikatakan
sebagai hal yang 'PASTI`. Beberapa orang melakukan berbagai pendekatan
misal
- Dengan theorema Queue misal memanfaatkan model Poisson, atau lainnya
(yang ternyata sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi)
- Pendekatan fraktal dengan Self Similarity (yang cukup populer dan
akseptabel, walau saya juga masih mempertanyakannya)
- Pendekatan time series dengan ARIMA model, dsb

Tidak ada yang PASTI mengenai keabsahan model tersebut. Model yang pasti
dibutuhkan untuk MEMPREDIKSIKAN perilaku jaringan di masa mendatang, untuk
mendisain sistem di masa mendatang. Model jaringan sendiri memiliki
beberapa model, bahkan peneliti seperti Hubberman memodelkan suatu sistem
terdistribusi seperti suatu sitem Ekologi, atau juga seperti sistem pasar.
Dalam bahasannya ilmu komputer menjadi tak ubahnya bagaikan bahasan ilmu
sosial (termasuk membahas, otonomi, demokrasi dan sebagainya).

Pada suatu sistem Web, PERILAKU USER merupakan suatu hal yang mempengaruhi
kinerja, dan juga 'kualitas' yang diberikan. Memodelkan user merupakan
suatu bahasan yang cuku rumit dan menimbulkan banyak polemik pada bidang
'Human Computer Interaction'. Dengan memanfaatkan model dari psikologi,
interaksi sosial, bidang komputerpun menelorkan model-model behaviour
(misal GOM, Human Information Processing) yang kini juga diadaptasi oleh
bidang psikologi, dan sosial (misal BRAHM model pada memodelkan
administrasi suatu organisasi).

Salah satu contoh modelling yang sering digunakan pada bidang HCI ini
dapat dilihat pada gambar berikut ini :

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/issm98/sld06.htm

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/issm98/sld08.htm

Pada bidang ini relatif sulit dikatakan SESUATU HAL YANG PASTI. Karena
menjadikan bahasan pada ilmu komputer seperti bahasan 'ilmu sosial'.
Bahkan beberapa 'tool' pada ilmu sosial pun sudah lazim digunakan, seperti
ethnography, qualitative research dsb.

'Rumit'nya' bidang ini bisa dilihat berdasarkan hubungan yang ada antara
human-computer-world.

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/issm98/sld07.htm

Salah satu tujuan dari membuat model tersebut adalah melakukan prediksi
dari user, dan prediksi dari bekerjanya sistem.

HUBUNGAN DENGAN ILMU LAINNYA

Bisa dikatakan saat ini ilmu komputer (atau teknologi informasi) tidak
bisa dikatakan 'lepas' dan berdisi sendiri dengan bidang lain. Bahkan
sulit sekali bila kita katakan bahwa ilmu komputer itu adalah bidang yang
'pasti', karena dua tambah dua sama dengan empat (seperti pada kutipan di
atas).

Keterkaitan antara ilmu komputer (misal pada pengembangan suatu sistem
informasi) ini pernah saya jabarkan dalam suatu artikel :

"Information System Development: An Interdiscipline Approach"

http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/artikel/paper_issm/

Mungkin pandangan yang 'memisahkan' ilmu komputer dengan bidang lainnya
(misal dengan bisnis, organisasi dll) disebabkan karena di Indonesia
bahasan ilmu komputer relatif merupakan bidang 'baru'. Sehingga kondisi
ini mirip dengan kondisi 29 tahun yang lalu ketika banyak orang mengira
sarjana teknik elektro tidak berbeda dengan tukang service TV/Radio.
(saya ingat pada film lawak di era 80-an, ketika seorang mahasiswa elektro
datang ke rumah pacarnya, dan si bapak meminta membetulkan TV-nya)

Pemahaman akan ilmu komputer oleh bidang non komputer akan sangat membantu
bagi bidang tersebut dalam memggunakan komputer sebagai perangkat 'bantu'.
Alasan seseorang yang bekerja pada bidang non komputer, yang sering
mengutarakan keengganannya mempelajari komputer, dengan alasan karena
hanya memanfaatkannya sebagai 'tool' kurang lah tepat (mungkin ini hanya
sebagai pembenaran dari kemalasan saja). Dengan mempelajari 'lebih'
(paling tidak memahami) akan menyebabkan pengguna tersebut mampu
memanfaatkan lebih jauh lagi tool (komputer) untuk melaksanakan tugasnya.

Beberapa bidang non komputer pun melalui para ilmuwannya telah menerima
hal positif dari penelitian bidang komputer. Misal para peneliti model
bahasa (linguistik) telah menerima hasil positif dari FORMAL THEORY (model
DATR, SGML, dsb), atau dari Artificial Intelligence (Natural Language
Processing). Begitu juga para peneliti di psikologi telah pula menerima
beberapa model dari ilmu komputer, yang meperkaya bidangnya. Beberapa
ahli sosial-pun (seperti Sherry Turkle, Rushkoff dll) pun mengembangkan
teori-teorinya berdasarkan model-model diteliti oleh para peneliti di
bidang ilmu komputer. Bahkan juga para ahli pedagogik banyak menengok
penelitian di bidang Learning (baik neural network, ataupun AI) untuk
memahami proses learning.

Hal di atas bukan berarti ingin meletakkan ilmu komputer 'di atas' ilmu
lainnya, (toh ilmu komputer juga mengembangkan ilmunya dengan memanfaatkan
ilmu lainnya). Tetapi satu hal yang pasti, bahwa memang ada relasi yang
kuat antara berbagai disiplin ilmu tersebut dengan ilmu komputer. Bahkan
juga untuk disiplin ilmu yang digolongkan 'tak pasti' (seperti sosial,
dll)

Akhir kata sudah tidak pada tempatnya kita 'mencap' suatu bidang ilmu
tanpa memahami bagaimana sebenarnya disiplin ilmu itu saat ini.

IMW